Rapat FEBI Bahas Persiapan Akademik Semester Genap 2020/2021

FEBI, 11/2/2021.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) akademik di ruang pertemuan lantai 1, Kamis 10 Februari 2021. Rapat dipimpin Dekan FEBI Dr. Muhammad Kamal Zubair, M.Ag.  didampingi Wadek II Drs. Moh. Yasin Soumena, M.Pd. dan Kabag Tata Usaha (TU) Naharuddin, S.Ag. M.Pd. Agenda rapat membahas tindak lanjut hasil rapat bersama pimpinan pada 9 s.d. 10 Februari 2021 di Gedung Perpustakaan IAIN Parepare. Rakor dihadiri para Kaprodi lingkup FEBI, staf administrasi, dan dosen CPNS yang mendapat tugas tambahan di FEBI.

Pengantar rapat disampaikan Kabag TU Naharudin, S.Ag., M.Pd. selaku koordinator pengaturan jadwal rapat di lingkup FEBI. Secara implisit, Kabag TU menyampaikan bahwa pertemuan ini menindak lanjuti hal penting yang disampaikan Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si. pada hari sebelumnya. Pertama, data dosen, tenaga admin, dan mahasiswa yang belum terisi di Sevima. Kedua, kebijakan adaptasi kebiasaan baru, masa perkuliahan Semeter Genap 2020/2021. Ketiga, Kebijakan WFH dan WFO bagi pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga admin.

Setelah Kabag TU menyampaikan pengantar rapat, Dekan FEBI dipersilakan untuk menyampaikan poin tersebut kepada para peserta rakor.  Secara eksplisit, Dr. Muhammad Kamal Zubair, M.Ag mengatakan bahwa terkait  persoalan data  menjadi common responsibility. Kekurangan data mahasiswa dalam Sevima seperti foto, KTP, KK, dan data penting lainnya  harus segera dilengkapi dan diisi sendiri oleh mahasiswa. Kelengkapan data ini nantinya akan berguna misalnya dalam hal distribusi bantuan paket data untuk mahasiswa, yudisium, dan data tracer alumni. Dekan pun menghimbau kepada Wadek II Drs. Yasin Soumena, M.Pd. untuk segera membuat informasi terkait hal tersebut kepada mahasiswa FEBI.  

“Informasi ini akan dibuatkan pengumuman resmi, Senin akan kita sampaikan kepada mahasiswa untuk melengkapi data pribadinya sebelum mengisi KRS. Hal sama juga berlaku bagi dosen dan tenaga admin. Bapak/ibu bisa mengubah dan menambah datanya sesuai menu yang ada. Manfaatnya banyak, misalnya dalam hal keperluan pengisian borang untuk akreditasi, data dosen prodi bisa langsung ditarik datanya melalui sistem informasi akreditasi”, ungkap Dekan FEBI IAIN Parepare.  

Selanjutnya, Dekan mengatakan ada beberapa kebijakan pimpinan mengenai adaptasi kebiasaan baru, persiapan Semester Genap 2020/2021.  Pertama, akan ada uji coba kuliah offline yang diprioritaskan kepada mahasiswa Semester 2. Pelaksanaannya nanti dilakukan secara bertahap. Sesi pertama sebelum zuhur dan sesi kedua setelah zuhur; rentan waktu maksimal 100 menit dan dalam satu hari dibatasi hanya 2 rombel. Sehingga setiap minggu ada 10 rombel  yang akan melaksanakan perkuliahan.  Kegiatan untuk uji coba pembelajaran secara offline dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan ini rencana akan dilaksanakan di Gedung Balai Seni. Lebih lanjut Dekan FEBI menyampaikan bahwa untuk dosen yang melaksanakan pembelajaran online diwajibkan untuk menggunakan ed-link.

Sementara itu, kebijakan WFH dan WFO disesuaikan instruksi pimpinan. Para pejabat fakultas dan dosen FEBI diberikan kebijaksanaan maksimal 2 hari WFH dan 3 hari WFO. Absensi kehadiran WFH menggunakan sistem online, sedangkan WFO menggunakan finger print. Namun, kata Dekan “WFH tidak berlaku bagi tenaga kontrak (honorer). Tenaga kontrak wajib hadir memberikan pelayanan administrasi, sehingga mahasiswa mendapat kepuasan layanan terkait kendala sistem seperti KHS atau nilai yang tidak muncul di Sisfo.”

Sebagai penutup, Dekan FEBI menghimbau kebijakan WFH juga bersifat situasional. Artinya, apabila ada pertemuan penting (rapat) di fakultas, para pejabat dan dosen FEBI wajib hadir. Dekan pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta rapat untuk persiapan akademik Semester Genap 2020/2021.

Penulis: Adhitia P. Putra, A.Rio Makullau

Editor: Suhartina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *