FEBI Gelar Yudisium Pertama Tahun Akademik 2020/2021

Pada Hari Jumat 28 Mei 2021 Pukul 14.00, unit pengelola Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare gelar yudisium di ruang seminar lantai 1. Peserta yudisium kali ini berjumlah 19 orang, mereka hadir menggunakan pakaian formal jas hitam. Acara juga dihadiri Dekan FEBI Dr. Muhammad Kamal Zubair, M.Ag, Wadek II Drs. Muh. Yasin Soumena, M.Pd., Kabag TU Naharuddin S.Ag, M.Pd. dan  Kaprodi Akuntansi Syariah Dr. Syahriyah Semaun, M.M.

Acara dipandu MC (Master of Ceremony) Nurhikmah Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Angkatan 2017. Pelaksanaan acara dikemas secara sistematis. Diawali pembacaan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Randy Saputra Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan Berita Acara Yudisium, pengukuhan peserta yudisium dan sambutan Dekan FEBI, dan diakhiri pembacaan doa.

Kabag TU Naharauddin, S.Ag. M.Pd. mengatakan dari 19 orang peserta yudisium, 18 orang dari Prodi Perbankan Syariah dan 1 orang Prodi Ekonomi Syariah. Peserta yang lulus dengan pujian sebanyak 5 orang dan 14 orang sisanya sangat memuaskan. Indeks Predikat Kelulusan (IPK) tertinggi diraih mahasiswi atas nama Sri Ayu dari Prodi Perbankan Syariah angkatan 2017 dengan IPK 3.99.

Acara dilanjutkan dengan pengukuhan yuduisum, Dekan FEBI membacakan SK. Rektor IAIN Parepare tentang Pelaksanaan Yudisium di FEBI tahun 2021 di hadapan peserta.

“Pada hari Jumat 28 Mei 2021 bertepatan dengan tanggal 16 Syawal 1442 Hijriah, berdasarkan SK Rektor IAIN Parepare tentang tentament dan Munaqasyah, saya meyudisium saudara/i sebagai Sarjana Ekonomi dengan gelar S.E”. Terang Dekan.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas terlaksananya yudisium pertama untuk tahun akademik 2020/2021. Dekan juga menyampaikan kepada peserta untuk berterima kasih kepada orang tua dan keluarga serta mulai hari ini gelar sarjana yang sudah diraih itu sudah bisa digunakan oleh peserta untuk disampaikan kepada orang tua.

Kata Dekan, ada juga beberapa orang peserta yang lewat masa studi, biasanya 7-8 semester, tapi ini terlampau lewat karena alasan kesibukan bukan karena kesulitan. Di sela-sela itu, Wadek II Pak Yasin Soumena dengan kejenanakaanya lewat metafora mengatakan bahwa mahasiswa tersebut tergolong sudah mau “kadaluarsa”, sudah mau berkahir masa berlakunya atau telah mencapai 14 semester. Namun, kembali dengan pesan reflektif dan motivasi kepada seluruh peserta, para jajaran pimpinan fakultas menyampaikan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari masa studi, tetapi juga jejaring serta kemampuan akademik dan non akademik yang diperoleh selama studi di IAIN Parepare. Sambutan, pesan reflektif, dan motivasi yang sesekali dibalut humor membuat acara tidak terasa telah berlangsung 1,5 jam. Acara pun ditutup dengan pembacaan doa oleh Syaifullah mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *