Do’s And Don’ts Menghubungi Dosen Melalui Pesan Singkat WhatssApp

Dalam dunia perkuliahan menghubungi dosen merupakan hal yang akan dihadapi, tak jarang banyak mahasiswa (i) yang masih bingung atau belum tahu terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat menghubungi dosen tertentu. Menghubungi dosen  melalui pesan singkat sebenarnya merupakan hal yang sederhana namun penting untuk diperhatikan. Beberapa kondisi ini perlu diatur untuk menghasilkan komunikasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pun menjadi faktor yang sangat penting.

Yuks…. Simak Do’s and Don’ts berikut:

 Do's

  1. Perhatikan Waktu

Memperhatikan kapan waktu untuk mengirim pesan kepada dosen merupakan hal yang penting, pilih waktu yang tidak digunakan untuk beristirahat, beribadah dan tidak menghubungi diluar waktu jam kerja (Weekend atau diatas jam 8 Malam).

  1. Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar

Ketika menghubungi dosen melalui pesan singkat, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam konteks formal dan tanda baca yang tepat bukan bahasa gaul atau menyingkatnya. Contoh : Iye, Ok, Otewe, Ass, sy, tdk, dll

  1. Ucapkan salam untuk mengawali pesan

Salam merupakan tanda bahwa kamu sedang melakukan percakapan kepada dosen. Berikan Salam dan sapaan, Contoh : Assalamualaikum Wr.Wb, Selamat Pagi Pak/Ibu.

  1. Permintaan maaf

Adanya kata permintaan diawal menunjukkan bahwa Mahasiswa (i) sangat menghargai waktu dosen, jangan sampai keperluan dalam menghubungi dosen mengganggu aktivitas yang padat.  Kata maaf ini juga menunjukkan sopan santun mahasiswa (i) terhadap dosen. ContohMaaf Menggangu Waktunya Pak/Ibu

  1. Perkenalan diri

Sebelumnya perlu diingat bahwa dosen tidak menyimpan semua nomor kontak mahasiswanya. Oleh karena itu pastikan untuk menyampaikan identitas diri (nama dan jurusan) disetiap awal percakapan. Contoh : Saya Dian Mahasiswa Ekonomi Syariah, yang saat ini sedang menulis proposal Skripsi dan Bapak/Ibu sebagai Pembimbingnya.

  1. Sampaikan keperluan dengan singkat padat dan jelas

Tidak perlu berbelit-belit, berbasa-basi apalagi sampai curhat. Sampaikan keperluanmu dengan dosen tersebut secara singkat, pada dan jelas. Contoh : Saya  membutuhkan tanda tangan Bapak/Ibu pada lembar pengesahan saya, kapan sekiranya saya bisa menemui Bapak/Ibu?

  1. Akhiri pesan dengan salam dan ucapan terima kasih sebagai penutup

Diakhir pesan yang akan dikirimkan ke Dosen ucapankan dalan dan terima kasih agar  lebih sopan. Contoh : Waalaikumussalam, Terima Kasih sebelumnya.

 

Don'ts

  1. Jangan Protes. Terkadang setelah jadwal janji untuk bertemu diberikan oleh Dosen, sewaktu-waktu akan terjadi perubahan dikarenakan dosen tersebut tiba-tiba harus rapat ataupun keluar kota dan sering kali dosen tidak memberikan kabar secara langsung. Untuk itu jangan mengirim pesan protes bahwa kamu telah membuat jadwal sebelumnya.
  2. Jangan mengirim pesan yang sama berulang kali. Hal ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa jika dosen yang bersangkutan tidak membalas pesan singkat yang dikirim. Tidak perlu khawatir, dosen akan membalas meskipun tidak dalam waktu yang cepat.

 

Jadi jika beberapa point  Do's diatas digabungkan, beginilah kalimatnya saat kamu ingin janjian dengan dosen via WhatsApp:

Assalamualaikum Wr.Wb, Selamat Pagi Pak/Ibu.

Maaf Menggangu Waktunya, Saya Dian Mahasiswa Ekonomi Syariah, yang saat ini sedang menulis Proposal Skripsi dan Bapak/Ibu sebagai Pembimbingnya. Saya  membutuhkan tanda tangan Bapak/Ibu pada lembar pengesahan saya, kapan sekiranya saya bisa menemui Bapak/Ibu?

Waalaikumussalam, Terima Kasih sebelumnya.

 

Nah, Itu dia Do’s and Don’ts dalam menghubungi dosen melalui pesan singkat. Semoga bermanfaat. Semangat!!

Note: Gunakan Photo Profil  diri sendiri yang sopan dan Etis, bukan photo artis Idola korea ataupun tokoh anime favorit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *