Humas IAIN Parepare - Dosen dan mahasiswa Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah (ALKS) IAIN Parepare berpartisipasi dalam International Conference Satu Icon 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung pada Selasa, 8 September 2026. Konferensi internasional tersebut dilaksanakan secara daring sebagai ruang akademik bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk berbagi gagasan serta hasil penelitian dalam perspektif keilmuan yang lebih luas.
Dalam forum tersebut, Ira Sahara, M.Ak., tampil sebagai presenter utama bersama Indrayani, M.Ak., dan mahasiswa Muhammad Ilham Wayas Wahyu. Ketiganya mempresentasikan karya ilmiah berjudul “From Sustainability Accounting to ESG Accountability: An Integrated Framework for Environmental Disclosure and Sustainable Value Creation”.
Karya ilmiah tersebut mengangkat isu yang semakin penting dalam perkembangan akuntansi kontemporer, yakni transformasi dari sustainability accounting menuju ESG accountability. Kajian ini menekankan pentingnya membangun kerangka terintegrasi antara pengungkapan informasi lingkungan (environmental disclosure) dan penciptaan nilai berkelanjutan (sustainable value creation).
Dalam pemaparannya, Ira Sahara menjelaskan bahwa perkembangan praktik bisnis dan meningkatnya tuntutan pemangku kepentingan terhadap transparansi mendorong organisasi untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja keuangan. Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) semakin menjadi bagian penting dalam menilai akuntabilitas dan keberlanjutan organisasi.
Melalui kajian tersebut, para presenter menawarkan perspektif bahwa akuntansi memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi yang mendukung pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan akuntabilitas organisasi terhadap dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Integrasi antara sustainability accounting dan ESG diharapkan dapat memperkuat kualitas pengungkapan serta mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi berbagai pemangku kepentingan.
Keterlibatan Indrayani dan mahasiswa Muhammad Ilham Wayas Wahyu dalam forum internasional tersebut juga menjadi wujud kolaborasi akademik antara dosen dan mahasiswa. Partisipasi mahasiswa sebagai bagian dari tim presenter memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan penelitian, mengomunikasikan hasil kajian secara ilmiah, serta berinteraksi dalam forum akademik bertaraf internasional.
Keikutsertaan dalam Satu Icon 2026 sekaligus menunjukkan komitmen Program Studi ALKS untuk mendorong dosen dan mahasiswa agar aktif dalam kegiatan akademik dan penelitian yang relevan dengan perkembangan isu global. Tema keberlanjutan dan ESG yang diangkat memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia usaha dan lembaga keuangan dalam menghadapi tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta pembangunan berkelanjutan.
Meskipun dilaksanakan secara daring, konferensi tersebut tetap memberikan kesempatan kepada para presenter untuk memperluas jejaring akademik dan bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai latar belakang. Forum ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi penelitian serta pengembangan kajian akuntansi yang lebih responsif terhadap dinamika global.
Partisipasi Ira Sahara, M.Ak., Indrayani, M.Ak., dan Muhammad Ilham Wayas Wahyu dalam International Conference Satu Icon 2026 menjadi capaian positif bagi Program Studi ALKS IAIN Parepare. Ke depan, keterlibatan dalam forum ilmiah internasional diharapkan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang produktif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.