FEBI IAIN Parepare — Dr. Nurfadhilah, M.M., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerja Sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam atau FEBI IAIN Parepare, menyampaikan materi dalam kegiatan Guest Lecture di Management and Science University atau MSU Malaysia, Senin, 6 Juli 2026.
Dalam forum akademik tersebut, Dr. Nurfadhilah hadir sebagai dosen tamu dengan membawakan materi bertajuk *“Local Wisdom Based Customer Relationship Management: Implementing Bugis Cultural Values to Build Customer Loyalty.”* Materi ini mengangkat kearifan lokal Bugis sebagai pendekatan dalam membangun loyalitas pelanggan melalui hubungan yang lebih manusiawi, konsisten, dan berbasis kepercayaan.
Dekan FEBI IAIN Parepare, Dr. Andi Bahri S., M.E., M.Fil.I., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Dr. Nurfadhilah dalam forum akademik internasional tersebut. Menurutnya, kehadiran dosen FEBI di MSU Malaysia menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi akademik dan perluasan kontribusi keilmuan fakultas.
“Kami mengapresiasi kehadiran Dr. Nurfadhilah sebagai narasumber Guest Lecture di MSU Malaysia. Materi yang dibawakan menunjukkan bahwa kearifan lokal Bugis tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga dapat menjadi dasar pengembangan ilmu manajemen modern, khususnya dalam membangun loyalitas pelanggan,” ujar Andi Bahri.
Dalam paparannya, Dr. Nurfadhilah menekankan bahwa Customer Relationship Management atau CRM tidak hanya berbicara tentang strategi pemasaran, pengelolaan data pelanggan, dan sistem layanan. CRM juga berkaitan dengan cara organisasi memperlakukan pelanggan dalam setiap interaksi.
“Pelanggan mungkin lupa apa yang kita jual, tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana kita memperlakukan mereka. Karena itu, hubungan dengan pelanggan harus dibangun dari kepercayaan, konsistensi, dan penghargaan terhadap manusia,” ujar Nurfadhilah.
Menurutnya, loyalitas pelanggan tidak selalu lahir dari promosi besar atau keunggulan produk semata. Loyalitas tumbuh ketika pelanggan merasa dihargai, didengarkan, dan mendapatkan pengalaman layanan yang konsisten.
Nilai-nilai Bugis, kata Nurfadhilah, dapat menjadi fondasi etis dalam membangun relasi pelanggan yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks organisasi modern, konsistensi antara ucapan, layanan, dan tindakan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
“Loyalitas tidak dibangun dalam satu transaksi. Loyalitas dibangun melalui pengalaman yang berulang. Ketika pelanggan merasa diperlakukan dengan baik, kepercayaan akan tumbuh, dan dari kepercayaan itulah hubungan jangka panjang terbentuk,” katanya.
Dekan FEBI menilai, materi tersebut sejalan dengan arah pengembangan fakultas yang mendorong dosen menghadirkan gagasan akademik berbasis nilai lokal, tetapi tetap relevan dalam diskursus global.
“FEBI ingin terus mendorong dosen-dosen hadir dalam forum internasional dengan membawa gagasan yang kuat. Kearifan lokal dapat menjadi sumber ilmu, strategi, dan nilai dalam pengembangan ekonomi dan bisnis Islam,” ujar Andi Bahri.
Kehadiran Dr. Nurfadhilah dalam Guest Lecture di MSU Malaysia memperlihatkan bahwa nilai budaya Bugis dapat dibaca dalam kerangka manajemen modern. Melalui materi tersebut, FEBI IAIN Parepare menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring akademik, memperkuat internasionalisasi, dan menghadirkan kontribusi keilmuan yang berakar pada nilai lokal.