FEBI IAIN Parepare — Empat program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare menggelar kegiatan International Community Services di Kawasan Cemara Sewu, Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Selasa (8/9). Kegiatan mengangkat tema "Strengthening Islamic Financial Literacy and Productivity to Enhance the Economic Resilience of Fishermen and Coastal MSMEs in Southern East Java."
Keempat program studi yang terlibat adalah Ekonomi Syariah yang diwakili Umaima, M.E.I.; Perbankan Syariah oleh Dr. Hj. Ulfa Hidayati, M.M.; Akuntansi Syariah oleh Dr. Sri Wahyuni Nur, M.Ak.; serta Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah oleh Ira Sahara, M.Ak.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas perguruan tinggi se-Indonesia, yakni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang tergabung dalam Asosiasi Program Studi Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI). Kegiatan juga menghadirkan perwakilan internasional dari Curtin University, Dr. Asif Ikbal Siddiqui. Dimensi internasional inilah yang menempatkan program pengabdian ini pada kategori international community services, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan antara akademisi dalam dan luar negeri mengenai penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Sasaran utama kegiatan adalah kelompok nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Pantai Sine, dengan melibatkan sekitar 20 peserta. Melalui pendekatan literasi dan pendampingan, kegiatan diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di kawasan Jawa Timur bagian selatan, wilayah yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada hasil laut dan usaha berskala kecil.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Tulungagung sebagai mitra strategis. Materi yang disampaikan mencakup tiga fokus utama yaitu literasi ekonomi syariah, literasi keuangan, serta pentingnya labelisasi halal bagi produk-produk UMKM. Ketiga topik ini dinilai relevan untuk mendorong nelayan dan pelaku UMKM agar tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan keuangan formal berbasis syariah dan mampu meningkatkan daya saing produk melalui sertifikasi halal.
Kolaborasi lintas negara dan lintas institusi ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas.