FEBI IAIN Parepare — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare menggelar pertemuan persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus pertemuan dengan Dosen Luar Biasa (LB), Rabu, 26 Agustus 2026, di Ruang Seminar 1 FEBI IAIN Parepare.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah fakultas memastikan proses perkuliahan berjalan tertib sejak awal semester. Agenda melibatkan Wakil Dekan Bidang AKKK, Wakil Dekan Bidang AUPK, Kepala Bagian Tata Usaha, para ketua program studi, serta JFT Pengembang Teknologi Pembelajaran.
Dekan FEBI IAIN Parepare, Dr. Andi Bahri S., M.E., M.Fil.I., menegaskan bahwa kesiapan perkuliahan tidak cukup hanya dengan tersusunnya jadwal dan distribusi mata kuliah. Kesamaan pemahaman antara pimpinan, program studi, tenaga kependidikan, dan dosen menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pembelajaran.
“Semester baru harus dimulai dengan kesiapan dan persepsi yang sama. Dosen perlu memahami tanggung jawab akademiknya, program studi memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai kurikulum, dan fakultas harus memastikan mahasiswa mendapatkan layanan akademik yang baik sejak pertemuan pertama,” ujar Andi Bahri.
Pertemuan dengan Dosen LB juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan pembelajaran. Kehadiran dosen luar biasa dinilai perlu disertai pemahaman yang sama mengenai standar akademik, administrasi perkuliahan, serta capaian pembelajaran yang telah ditetapkan program studi.
“Ketika sudah berada di ruang kelas FEBI, tanggung jawab kita sama, yaitu memastikan mahasiswa mendapatkan proses pembelajaran yang bermutu. Kedisiplinan, ketercapaian materi, komunikasi dengan program studi, dan tertib administrasi akademik harus menjadi perhatian bersama,” kata Andi Bahri.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerja Sama FEBI IAIN Parepare, Dr. Nurfadhilah, M.M., menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum dan capaian pembelajaran masing-masing program studi.
“Kita ingin setiap mata kuliah dilaksanakan sesuai dengan rancangan pembelajaran dan capaian yang telah ditetapkan. Dosen, termasuk Dosen LB, perlu memahami posisi mata kuliah dalam kurikulum agar proses pembelajaran tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa,” ujar Nurfadhilah.
Menurutnya, komunikasi antara dosen pengampu dan program studi juga harus berjalan aktif selama semester. Koordinasi diperlukan agar persoalan akademik dapat segera diselesaikan sebelum berdampak pada proses belajar mahasiswa.
“Jika ada kendala dalam jadwal, materi, metode pembelajaran, maupun administrasi, komunikasikan sejak awal dengan program studi. Kita ingin persoalan diselesaikan cepat, sehingga mahasiswa tidak menjadi pihak yang dirugikan,” katanya.
Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi program studi untuk mencermati kebutuhan teknis sebelum perkuliahan berjalan penuh. Koordinasi sejak awal diharapkan dapat meminimalkan persoalan jadwal, komunikasi dosen, maupun kendala akademik lainnya.
Dekan FEBI menegaskan bahwa kualitas semester harus dijaga sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.
“Kita ingin perkuliahan tidak sekadar berjalan, tetapi benar-benar menghasilkan proses belajar yang berkualitas. Persiapan hari ini menjadi fondasi agar semester berjalan lebih tertib, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa,” ujarnya.
Pertemuan persiapan Semester Ganjil 2026/2027 ini menjadi bagian dari upaya FEBI IAIN Parepare memperkuat tata kelola akademik. Melalui koordinasi antara pimpinan, program studi, pengelola akademik, dan Dosen LB, fakultas berharap proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, konsisten, dan tetap menjaga mutu layanan kepada mahasiswa.