FEBI IAIN Parepare - Mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare, berhasil menembus babak final BRINATHON dalam rangkaian Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tim yang diketuai Muhammad Rahmadana bersama Meilani Maghfira lolos sebagai finalis pada Klaster Ilmu Sosial dan Humaniora melalui gagasan riset berjudul “ Green Zakat: Model Pemanfaatan Dana Zakat untuk Membantu Petani dan Nelayan Beradaptasi terhadap Perubahan Iklim.” Gagasan tersebut dikembangkan di bawah bimbingan dosen Syaifullah, M.SEI.
Gagasan Green Zakat menawarkan pendekatan yang mempertemukan filantropi Islam dengan persoalan lingkungan. Dana zakat tidak hanya ditempatkan sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk membantu kelompok rentan, khususnya petani dan nelayan, dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Dekan FEBI IAIN Parepare, Dr. Andi Bahri S., M.E., M.Fil.I., menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa FEBI dalam membawa kajian ekonomi dan filantropi Islam ke dalam persoalan yang lebih aktual.
“Ini yang kita harapkan dari mahasiswa FEBI. Ilmu yang dipelajari tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterjemahkan menjadi gagasan yang menjawab persoalan nyata. Green Zakat menunjukkan bahwa instrumen ekonomi Islam dapat dibaca secara lebih luas, termasuk dalam merespons perubahan iklim dan memperkuat ketahanan masyarakat,” ujar Andi Bahri.
Menurutnya, keberhasilan menembus final kompetisi tingkat nasional juga menjadi penguat budaya riset mahasiswa di lingkungan FEBI.
“Lolos sebagai finalis BRINATHON tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah keberanian mahasiswa membangun gagasan, mengujinya secara ilmiah, dan membawanya ke forum nasional. Kami berharap capaian ini menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk lebih aktif dalam riset dan kompetisi akademik,” katanya.
Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Sulkarnain, M.Si., mengatakan gagasan Green Zakat sejalan dengan pengembangan keilmuan Mazawa yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan dana zakat dan wakaf secara administratif, tetapi juga pada dampaknya terhadap pemberdayaan masyarakat.
“Zakat memiliki potensi yang jauh lebih besar ketika dikelola secara inovatif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Gagasan Green Zakat memperlihatkan bahwa mahasiswa mulai melihat zakat bukan hanya dari sisi penghimpunan dan distribusi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan yang dapat merespons persoalan kontemporer,” ujar Sulkarnain.
Ia berharap capaian Muhammad Rahmadana dan Meilani Maghfira dapat memperkuat semangat akademik mahasiswa Mazawa untuk menghasilkan gagasan filantropi Islam yang lebih aplikatif.
“Kami ingin mahasiswa Mazawa berani masuk ke isu-isu strategis. Zakat dan wakaf dapat dikaji dari perspektif lingkungan, ketahanan ekonomi, kemiskinan, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat. Ruang risetnya sangat luas,” katanya.
BRINATHON atau BRIN Competition for Idea, Concept of Paper in Research and Innovation merupakan kompetisi gagasan riset bagi mahasiswa jenjang Diploma 4 dan Strata 1. Peserta menyampaikan ide penelitian dalam bentuk Idea Concept of Paper (ICP) yang diseleksi berdasarkan kesesuaian tema, substansi, dan kebaruan gagasan.
Sebanyak 40 kelompok ditetapkan sebagai finalis yang terbagi dalam empat klaster keilmuan, yakni Ilmu Teknologi dan Teknik Rekayasa Terapan; Ilmu Kebumian, Antariksa, dan Kelautan; Ilmu Alam dan Hayati; serta Ilmu Sosial dan Humaniora.
Pada tahap final, tim FEBI IAIN Parepare akan mengikuti rangkaian kegiatan secara luring, mulai dari pembekalan ICP hingga presentasi gagasan di hadapan tim reviu. Lokasi dan jadwal pelaksanaan final akan diumumkan kemudian oleh panitia.
Keberhasilan mahasiswa Mazawa menembus final BRINATHON IRIFair 2026 menjadi catatan positif bagi penguatan tradisi riset mahasiswa FEBI IAIN Parepare. Melalui Green Zakat, mahasiswa menunjukkan bahwa kajian filantropi Islam dapat dikembangkan menjadi gagasan yang relevan dengan tantangan lingkungan sekaligus kebutuhan masyarakat.