FEBI IAIN Parepare — Baharuddin, S.Pd.I., Admin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam atau FEBI IAIN Parepare, membekali mahasiswa baru dengan pemahaman penggunaan Sistem Informasi Akademik atau SIAKAD dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Rabu, 26 Agustus 2026, di Auditorium IAIN Parepare.
Materi difokuskan pada penggunaan SEVIMA SIAKAD Cloud, sistem informasi akademik berbasis cloud yang digunakan untuk menunjang administrasi perguruan tinggi. Mahasiswa diperkenalkan pada sejumlah fitur penting yang akan digunakan selama menempuh studi, terutama Kartu Rencana Studi (KRS), pembayaran tagihan, dan Kartu Hasil Studi (KHS).
Pengenalan dimulai dari mekanisme masuk ke dalam sistem. Mahasiswa dapat menggunakan NIM sebagai akun pengguna atau akun Google yang telah ditautkan dan diverifikasi. Materi juga menjelaskan tahapan menuju dashboard mahasiswa sebelum mengakses modul akademik yang tersedia.
Setelah masuk ke SIAKAD, Baharuddin menjelaskan proses pengisian KRS. Melalui modul akademik, mahasiswa dapat menyusun rencana studi dan memilih mata kuliah sesuai ketentuan sebelum proses pengajuan dan validasi dilakukan.
Menurut Baharuddin, pemahaman terhadap SIAKAD perlu dibangun sejak semester pertama agar mahasiswa tidak bergantung sepenuhnya kepada pengelola ketika menjalankan proses administrasi rutin.
“Mahasiswa harus mulai terbiasa mengelola kebutuhan akademiknya secara mandiri. SIAKAD akan digunakan sejak penyusunan KRS, pembayaran, melihat hasil studi, hingga berbagai proses akademik berikutnya. Karena itu, pahami alurnya sejak awal dan jangan menunggu ketika sudah mendekati batas waktu,” ujar Baharuddin.
Materi selanjutnya membahas mekanisme pembayaran melalui menu tagihan mahasiswa. Mahasiswa dapat melihat kewajiban pembayaran, memilih tagihan dan metode pembayaran, kemudian memperoleh Virtual Account untuk menyelesaikan transaksi.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada Kartu Hasil Studi (KHS) sebagai sarana memantau hasil perkuliahan setiap semester. Melalui SIAKAD, hasil studi dapat dilihat secara langsung sehingga mahasiswa dapat mengikuti perkembangan akademiknya dari waktu ke waktu.
Pengenalan SIAKAD dalam PBAK menjadi bagian dari upaya FEBI IAIN Parepare membangun kemandirian administrasi mahasiswa sejak awal. Literasi terhadap sistem akademik dinilai penting karena kesalahan memilih mata kuliah, keterlambatan menyelesaikan administrasi, maupun kurangnya pemantauan hasil studi dapat berdampak pada kelancaran perkuliahan.
Melalui materi tersebut, Baharuddin berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan fisik kampus, tetapi juga memahami ekosistem digital yang akan mendampingi perjalanan akademik mereka. Dengan penguasaan SIAKAD sejak awal, mahasiswa diharapkan lebih tertib, mandiri, dan cermat dalam mengelola proses perkuliahan selama berada di FEBI IAIN Parepare.