FEBI IAIN Parepare — Tujuh program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare memperkenalkan karakter keilmuan, arah akademik, dan prospek lulusan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Rabu, 26 Agustus 2026, di Auditorium IAIN Parepare.
Sesi pengenalan program studi menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk memahami lebih jauh pilihan akademik yang akan mereka jalani. Tidak hanya soal mata kuliah, mahasiswa juga diperkenalkan pada visi program studi, kompetensi yang harus dibangun, hingga peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Program Studi Ekonomi Syariah yang dipimpin Umaima, M.E.I., memperkenalkan arah lulusan sebagai praktisi, entrepreneur, hingga asisten peneliti di bidang ekonomi dan keuangan. Prodi ini juga menyiapkan layanan pendampingan akademik, mulai dari pengenalan kurikulum, KRS, dosen penasihat akademik, hingga informasi beasiswa dan layanan konsultasi.
Sementara itu, Perbankan Syariah menekankan keterhubungan antara ilmu perbankan syariah, teknologi informasi, dan kebutuhan dunia kerja. Profil lulusannya diarahkan antara lain menjadi bankir, peneliti bank syariah, konsultan ekonomi syariah, dan wirausahawan. Materi yang diperkenalkan juga menunjukkan kuatnya keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran di prodi tersebut.
Ketua Program Studi Manajemen Keuangan Syariah, Dr. Besse Faradiba, memperkenalkan MKS sebagai prodi terakreditasi Unggul dengan kurikulum berbasis Outcome-Based Education yang mengintegrasikan keuangan modern dan nilai Islam. Mahasiswa diarahkan untuk mempersiapkan diri pada jalur sebagai praktisi lembaga keuangan syariah, analis keuangan, maupun entrepreneur.

Pada Akuntansi Syariah, Dr. Sri Wahyuni, M.Ak., menekankan bahwa kompetensi akuntansi harus berjalan bersama integritas dan amanah. Mahasiswa diperkenalkan pada profil lulusan sebagai akuntan, konsultan, dan entrepreneur, sekaligus pada capaian Prodi Akuntansi Syariah yang telah meraih Akreditasi Unggul.
Adapun Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah (ALKS) yang dipimpin Ira Sahara, M.Ak., menyoroti kebutuhan tenaga profesional dengan kemampuan khusus pada sektor jasa keuangan. Materinya mencakup kompetensi analisis investasi, audit perbankan syariah, fintech, digital banking, dan manajemen risiko, dengan peluang karier mulai dari perbankan hingga lembaga regulator keuangan.
Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Sulkarnain, M.Si., memperkenalkan pengelolaan zakat dan wakaf sebagai bidang profesional yang membutuhkan kompetensi, transparansi, dan kemampuan menjaga kepercayaan publik. Lulusannya diproyeksikan antara lain sebagai praktisi lembaga zakat dan wakaf, konsultan, maupun peneliti filantropi Islam.
Sementara itu, pengenalan Program Studi Pariwisata Syariah tetap menjadi bagian dari rangkaian PBAK meski Ketua Prodi Mustika Syarifuddin, M.Sn., berhalangan hadir. Mahasiswa diperkenalkan secara umum pada keberadaan dan arah pengembangan prodi yang saat ini telah memperoleh peringkat Akreditasi Baik Sekali periode 2026–2031.
Dekan FEBI IAIN Parepare, Dr. Andi Bahri S., M.E., M.Fil.I., menilai sesi pengenalan program studi penting agar mahasiswa tidak menjalani kuliah tanpa memahami arah kompetensi yang hendak dicapai.
“Sejak awal mahasiswa harus tahu ke mana proses akademiknya akan diarahkan. Kenali karakter program studi, pahami kompetensi yang harus dibangun, lalu gunakan masa kuliah untuk mempersiapkan diri. Kita tidak ingin mahasiswa sekadar selesai kuliah, tetapi keluar dari FEBI dengan kemampuan, karakter, dan kesiapan menghadapi dunia profesional,” ujar Andi Bahri.
Pengenalan tujuh program studi tersebut menjadi bagian penting dari PBAK FEBI IAIN Parepare. Melalui sesi ini, mahasiswa baru diharapkan memahami bahwa setiap prodi memiliki karakter dan peluang profesi yang berbeda, tetapi bergerak dalam satu arah: menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi dan bisnis syariah.