FEBI IAIN Parepare — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam atau FEBI IAIN Parepare menggelar rapat koordinasi perdana sebagai tindak lanjut dari hasil rapat pimpinan IAIN Parepare. Rapat tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat, 5 Juni 2026.
Rapat koordinasi ini menjadi forum awal bagi jajaran pejabat FEBI dalam mengurai agenda kerja fakultas untuk 100 hari pertama kepemimpinan baru. Agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal, memastikan kesinambungan program akademik, serta menerjemahkan arahan pimpinan institut ke dalam langkah kerja yang lebih konkret di tingkat fakultas dan program studi.
Kegiatan ini dihadiri Dekan FEBI IAIN Parepare, Dr. Andi Bahri S., M.E., M.Fil.I., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerja Sama, Dr. Nurfadhilah, M.M., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Jumaedi, Lc., M.A., Kepala Bagian Tata Usaha, Sunandar, S.Pd.I., M.A., para ketua program studi, serta staf administrasi fakultas.
Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi awal bagi pejabat FEBI dalam menyelaraskan agenda kerja fakultas dengan arah kebijakan baru pimpinan IAIN Parepare. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari evaluasi kurikulum, kesiapan akreditasi program studi, pemantauan perkuliahan menjelang UAS, penguatan basis data mahasiswa, penataan sarana dan prasarana, hingga penyesuaian program fakultas dengan agenda kerja baru rektor.
Dekan FEBI IAIN Parepare menegaskan bahwa rapat koordinasi perdana ini menjadi bagian penting dalam memastikan arah kerja FEBI pada fase awal kepemimpinan baru berjalan terukur dan terkoordinasi.
“Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk mengurai agenda fakultas dalam 100 hari pertama. FEBI harus bergerak cepat, tetapi tetap terukur. Setiap unit perlu memahami prioritas kerja masing-masing agar arahan pimpinan institut dapat diterjemahkan menjadi program konkret di tingkat fakultas dan program studi,” ujar Andi Bahri.
Salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut adalah evaluasi kurikulum. FEBI menilai kurikulum perlu terus dikaji agar tetap relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan dunia kerja, serta arah pengembangan akademik IAIN Parepare. Evaluasi ini juga menjadi bagian penting dalam memastikan mutu pembelajaran tetap terjaga.
Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerja Sama, Dr. Nurfadhilah, M.M., menegaskan bahwa evaluasi kurikulum harus diarahkan pada penguatan mutu akademik dan daya saing lulusan.
“Evaluasi kurikulum harus menjadi ruang untuk membaca kembali kebutuhan mahasiswa, perkembangan keilmuan, dan kebutuhan dunia kerja. Kurikulum tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus benar-benar menjadi instrumen untuk memperkuat mutu pembelajaran dan daya saing lulusan FEBI,” ujar Nurfadhilah.
Selain evaluasi kurikulum, rapat juga membahas dokumen evaluasi akreditasi LAMEMBA untuk pelaporan program studi. Setiap program studi diminta memperkuat kesiapan dokumen, memperbarui data pendukung, serta memastikan pelaporan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Perhatian khusus juga diberikan pada persiapan dokumen akreditasi Program Studi Perbankan Syariah dan persiapan Asesmen Lapangan Program Studi Pariwisata Syariah. Dua agenda ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan reputasi akademik fakultas dan keberlanjutan mutu program studi.
“Akreditasi adalah kerja bersama. Fakultas, program studi, dan tenaga kependidikan harus berada dalam satu ritme kerja. Seluruh dokumen, data, dan bukti kinerja harus disiapkan secara rapi, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Andi Bahri.
Ketua Program Studi Perbankan Syariah menyampaikan bahwa persiapan dokumen akreditasi membutuhkan kerja kolektif dan ketelitian. Koordinasi fakultas dinilai penting agar setiap kebutuhan dokumen dapat dipenuhi secara tepat waktu.
“Bagi Program Studi Perbankan Syariah, persiapan akreditasi menjadi prioritas bersama. Kami akan memperkuat pemetaan dokumen, bukti kinerja, dan data pendukung agar proses akreditasi berjalan lebih siap, terarah, dan sesuai standar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pariwisata Syariah menegaskan bahwa persiapan Asesmen Lapangan perlu dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek akademik, tata kelola, dokumen, maupun kesiapan tim program studi.
“Asesmen Lapangan Program Studi Pariwisata Syariah harus dipersiapkan secara matang. Kami ingin memastikan seluruh dokumen, data, dan praktik akademik yang telah berjalan dapat tergambar dengan baik sebagai bukti komitmen prodi dalam menjaga mutu,” katanya.
Dalam rapat tersebut, FEBI juga menyoroti pemantauan perkuliahan menjelang Ujian Akhir Semester atau UAS. Seluruh program studi diminta memastikan proses perkuliahan berjalan sesuai ketentuan, termasuk kecukupan pertemuan, kesiapan dosen, serta tertib administrasi akademik.
Dr. Nurfadhilah, M.M., menambahkan, pemantauan perkuliahan menjelang UAS menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan akademik kepada mahasiswa.
“Menjelang UAS, program studi perlu memastikan seluruh proses perkuliahan berjalan tertib. Kecukupan pertemuan, kesiapan dosen, dan administrasi akademik harus dipantau dengan baik agar mahasiswa memperoleh layanan akademik yang optimal,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Jumaedi, Lc., M.A., menekankan pentingnya keterpaduan antara agenda akademik, perencanaan program, dan dukungan anggaran. Menurutnya, agenda 100 hari pertama perlu disusun secara realistis agar dapat dijalankan sesuai kapasitas kelembagaan.
“Setiap agenda fakultas perlu ditopang oleh perencanaan yang jelas. Kita ingin program berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan prioritas. Karena itu, koordinasi antara bidang akademik, program studi, tata usaha, dan perencanaan harus semakin diperkuat,” ujar Jumaedi.
Kepala Bagian Tata Usaha FEBI, Sunandar, S.Pd.I., M.A., turut menekankan pentingnya dukungan administrasi dan sarana prasarana dalam memastikan agenda fakultas berjalan baik. Menurutnya, layanan administrasi, ketersediaan data, serta kesiapan ruang dan fasilitas pembelajaran menjadi bagian penting dari penguatan tata kelola fakultas.
“Dari sisi tata usaha, kami siap memperkuat dukungan administrasi dan sarana prasarana. Agenda akademik, akreditasi, dan layanan mahasiswa membutuhkan data yang rapi, arsip yang tertata, serta fasilitas yang mendukung. Karena itu, koordinasi antara program studi dan tenaga kependidikan harus terus diperkuat,” ujar Sunandar.
Pembahasan lain menyangkut jumlah mahasiswa pada Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf atau Mazawa serta Program Studi Pariwisata Syariah. Data mahasiswa menjadi perhatian karena berkaitan dengan strategi penguatan program studi, promosi akademik, pengelolaan layanan, serta keberlanjutan pengembangan kelembagaan.
Dekan FEBI menilai, setiap program studi perlu memiliki pemetaan yang jelas terkait kondisi mahasiswa, tantangan penerimaan, serta strategi peningkatan daya tarik program studi ke depan.
“Data mahasiswa harus dibaca sebagai dasar pengambilan kebijakan. Kita perlu mengetahui kondisi setiap program studi secara objektif, lalu merumuskan langkah yang tepat untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan prodi,” ujar Andi Bahri.
Rapat koordinasi ini juga memuat pembahasan mengenai overview agenda kerja baru Rektor IAIN Parepare yang akan diturunkan hingga ke tingkat fakultas. FEBI diharapkan mampu menyesuaikan program kerjanya dengan arah kebijakan institut, tanpa mengabaikan karakter dan kebutuhan pengembangan fakultas.
Melalui forum ini, pejabat FEBI diharapkan mampu bekerja secara kolaboratif, menjaga komunikasi lintas unit, serta memastikan seluruh agenda strategis fakultas berjalan dalam satu arah. Koordinasi antara pimpinan fakultas, program studi, tata usaha, dan staf administrasi menjadi kunci agar agenda 100 hari pertama dapat terlaksana secara efektif.
Rapat koordinasi perdana ini menjadi bagian dari langkah FEBI IAIN Parepare dalam memperkuat tata kelola akademik dan kelembagaan pada awal kepemimpinan baru. Melalui konsolidasi tersebut, FEBI menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu pembelajaran, memperkuat kesiapan akreditasi, menata dukungan sarana prasarana, serta menyelaraskan agenda kerja fakultas dengan arah kebijakan IAIN Parepare.
Dengan koordinasi yang lebih terarah, FEBI IAIN Parepare diharapkan mampu menjalankan agenda 100 hari pertama secara efektif. Agenda tersebut menjadi pijakan awal untuk memperkuat kualitas layanan akademik, meningkatkan daya saing program studi, dan memastikan seluruh unsur fakultas bergerak bersama menghadapi tantangan pendidikan tinggi.