Skip ke Konten
Febi
  • Profil
    • Profil
    • VMTS
    • Struktur Organisasi
    • Prestasi Mahasiswa
    • Akreditasi
    • Kerjasama
    • Kalender Akademik
    • tracer-study
    • Kontak
  • Alur Layanan
  • PPID
  • Fasilitas
  • Program Studi
    • Perbankan Syariah
    • Ekonomi Syariah
    • Manajemen Zakat dan Wakaf
    • Manajemen Keuangan Syariah
    • Akuntansi Lembaga Keungan Syariah
    • Akuntansi Syariah
    • Pariwisata Syariah
  • Penelitian Terbaru
  • Publikasi
  • Pengumuman Penting
  • Tatib Mahasiswa
  • Tracer Study Alumni
  • Ekstrakulikuler
Febi
      • Profil
        • Profil
        • VMTS
        • Struktur Organisasi
        • Prestasi Mahasiswa
        • Akreditasi
        • Kerjasama
        • Kalender Akademik
        • tracer-study
        • Kontak
      • Alur Layanan
      • PPID
      • Fasilitas
      • Program Studi
        • Perbankan Syariah
        • Ekonomi Syariah
        • Manajemen Zakat dan Wakaf
        • Manajemen Keuangan Syariah
        • Akuntansi Lembaga Keungan Syariah
        • Akuntansi Syariah
        • Pariwisata Syariah
      • Penelitian Terbaru
      • Publikasi
      • Pengumuman Penting
      • Tatib Mahasiswa
      • Tracer Study Alumni
      • Ekstrakulikuler
  • Semua Blog
  • Berita Terbaru
  • Yudisium Gelombang I FEBI IAIN Parepare, Dekan: Jangan Pulang Hanya Membawa Ijazah
  • Yudisium Gelombang I FEBI IAIN Parepare, Dekan: Jangan Pulang Hanya Membawa Ijazah

    18 Juni 2026 oleh
    Yudisium Gelombang I FEBI IAIN Parepare, Dekan: Jangan Pulang Hanya Membawa Ijazah
    Admin Web Febi
    FEBI IAIN Parepare— Yudisium Gelombang I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam atau FEBI IAIN Parepare, Kamis (18/06/2026), tidak hanya menjadi seremoni akademik pelepasan mahasiswa. Di Balai Seni IAIN Parepare, kegiatan itu berubah menjadi ruang refleksi tentang masa depan lulusan di tengah dunia kerja yang bergerak cepat.

    Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FEBI IAIN Parepare, Andi Bahri S., Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta peserta yudisium dari berbagai program studi di lingkungan FEBI.

    Di hadapan para peserta yudisium, Dekan FEBI IAIN Parepare menegaskan bahwa kelulusan bukan garis akhir. Yudisium justru menjadi pintu masuk menuju medan yang lebih luas, yakni dunia kerja, masyarakat, dan ruang pengabdian yang menuntut kompetensi, integritas, dan keberanian beradaptasi.

    “Jangan pulang dari yudisium ini hanya membawa ijazah. Pulanglah dengan kesadaran bahwa saudara memiliki tanggung jawab baru. Gelar sarjana harus menjadi bukti kompetensi, integritas, dan kesiapan untuk bekerja, berkarya, serta memberi manfaat,” ujar Andi Bahri.

    Menurutnya, lulusan FEBI tidak boleh melihat gelar akademik sekadar sebagai capaian administratif. Gelar yang diraih harus diterjemahkan dalam kemampuan bekerja, berpikir kritis, menjaga etika, dan menghadirkan solusi atas persoalan ekonomi dan sosial di masyarakat.


    Andi Bahri juga mengingatkan bahwa capaian para peserta yudisium tidak lahir dari perjuangan pribadi semata. Di balik keberhasilan itu, ada dukungan dosen, tenaga kependidikan, keluarga, dan terutama doa orang tua yang mengiringi proses panjang mahasiswa sejak awal kuliah hingga dinyatakan lulus.

    “Hari ini saudara berdiri sebagai sarjana, tetapi jangan lupa ada orang tua dan keluarga yang ikut berjuang dalam diam. Ada doa, keringat, dan pengorbanan yang mengantar saudara sampai pada titik ini. Maka, keberhasilan ini harus dijawab dengan kesungguhan untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab,” katanya.

    Dalam arahannya, Andi Bahri menekankan identitas lulusan FEBI sebagai sarjana yang tidak hanya memahami ekonomi dan bisnis, tetapi juga membawa nilai keislaman dalam praktik profesional. Kejujuran, amanah, disiplin, dan etika kerja harus menjadi pembeda lulusan FEBI ketika memasuki dunia kerja.

    “Lulusan FEBI harus punya karakter yang jelas. Saudara boleh bersaing di dunia kerja modern, tetapi jangan kehilangan nilai. Kompetensi itu penting, tetapi integritas adalah fondasi. Dunia kerja membutuhkan orang pintar, tetapi lebih membutuhkan orang yang bisa dipercaya,” ujarnya.

    Ia menyebut, tantangan lulusan hari ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Perkembangan kecerdasan buatan, teknologi finansial, ekonomi digital, dan kompetisi global membuat dunia kerja berubah dengan cepat. Karena itu, lulusan tidak boleh berhenti belajar setelah meninggalkan kampus.

    “Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah adalah fondasi, bukan bekal terakhir. Setelah ini, saudara harus terus belajar. Pelajari teknologi, pahami perubahan industri, kuasai keterampilan baru, dan jangan takut beradaptasi. Yang berhenti belajar akan tertinggal,” kata Andi Bahri.

    Dekan FEBI juga mendorong para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Menurutnya, lulusan FEBI perlu berani melihat peluang, membangun usaha, dan menciptakan ruang kerja baru, terutama dalam ekosistem ekonomi dan bisnis syariah.

    “Jangan datang ke dunia kerja hanya sebagai pencari lowongan. Datanglah sebagai pembawa solusi. Kalau belum ada ruang, ciptakan ruang. Kalau belum ada peluang, bangun peluang. Lulusan FEBI harus berani menjadi job creator yang kreatif, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai syariah,” ujarnya.

    Pesan itu menjadi bagian dari konsep besar yang ditekankan dalam yudisium, yakni melahirkan sarjana FEBI yang kompeten, berintegritas, dan siap mengguncang dunia kerja. Bagi Andi Bahri, frasa tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan agar lulusan berani tampil dengan kualitas, karya, dan karakter.

    Ia juga berpesan agar alumni menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berkarya. Menurutnya, setelah yudisium, wajah FEBI tidak hanya berada di kampus, tetapi juga melekat pada cara alumni bekerja, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan memberi manfaat di tengah masyarakat.

    “Mulai hari ini, nama baik FEBI ikut saudara bawa. Tunjukkan bahwa alumni FEBI IAIN Parepare adalah lulusan yang profesional, berakhlak, tangguh, dan mampu bersaing. Jangan hanya dikenal karena gelar, tetapi karena karya dan integritas,” katanya.

    Pada bagian akhir arahannya, Andi Bahri mengajak para lulusan untuk tetap terhubung dengan fakultas melalui ikatan alumni. Ia menilai alumni memiliki peran penting dalam memperkuat jejaring, membuka peluang kolaborasi, dan memberi kontribusi bagi pengembangan FEBI ke depan.

    Yudisium Gelombang I FEBI IAIN Parepare ini menjadi momentum pelepasan sekaligus penguatan pesan akademik bagi para lulusan. Mereka tidak hanya dilepas untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga didorong untuk membawa nilai, ilmu, dan keberanian berinovasi dalam kehidupan profesional.

    Dengan bekal kompetensi akademik, integritas keislaman, dan kemampuan beradaptasi, lulusan FEBI IAIN Parepare diharapkan mampu hadir sebagai generasi yang tidak sekadar mencari tempat di dunia kerja, tetapi ikut membentuk perubahan di dalamnya.

    Penulis: Irfan Surya Sulnas

    Editor: Mifda Hilmiyah

    di dalam Berita Terbaru
    Yudisium Gelombang I FEBI IAIN Parepare, Dekan: Jangan Pulang Hanya Membawa Ijazah
    Admin Web Febi 18 Juni 2026
    tentang
    sEPUTAR KAMI
    • Pengumuman
    • Prestasi Mahasiswa
    • Kegiatan Fakultas
    • Berita Terbaru
    Arsip

    Diselenggarakan oleh

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare

    Jl. Amal Bhakti No.8, Bukit Harapan, Kec. Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan 91131

    • +62 852-9637-6171
    • [email protected]
    • ​